Ansar juga menyoroti potensi perikanan Kepri yang mencapai 96 persen wilayah laut. Komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, dan kerapu disebut memiliki nilai ekspor tinggi jika dikelola dengan dukungan investasi dan transfer teknologi.

“Kami membuka peluang kerja sama di bidang perikanan tangkap maupun industri hilir perikanan, karena potensi laut Kepri sangat besar dan bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir,” ucapnya.

Dalam sektor pariwisata, Gubernur Ansar mendorong adanya kebijakan bebas Visa on Arrival (VoA) bagi wisatawan dari kedua negara.

Menurutnya, kebijakan ini dapat memperkuat hubungan pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bebas VoA akan mempermudah pergerakan wisatawan antarnegara. Potensi wisatawan asal Tiongkok sangat besar dan bisa mendukung sektor pariwisata Kepri, apalagi Kepri dekat dengan hub internasional seperti Singapura dan Johor,” ungkapnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga mengapresiasi kehadiran PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) sebagai salah satu bentuk nyata investasi Tiongkok di Kepri.