Kepri HMK, Tanjungpinang — Dinas Lingkungan Hidup menyelenggarakan acara dengan tema Sosialisasi Fungsi dan Manfaat Lubang Biopori di Hotel BBR Pantai Impian, Rabu (12/18) pagi.
Acara yang dihadiri oleh 100 peserta dari perwakilan mahasiswa dan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumber daya alam.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang, Yuswandi, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara sosialisasi ini sangat penting diadakan, mengingat isu lingkungan sudah menjadi Internasional.
“Ancaman perubahan iklim sudah sangat mengganggu, contohnya saja pencairan es di Kutub Utara, harus segera diantisipasi,” ucapnya.
Peserta sosialisasi manfaat lubang biopori yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang di Hotel BBR, Rabu ( 12/18) pagi. ( dok. HMK )
Menurut Yuswandi, kenaikan permukaan laut serta musim dan bencana yang sulit diprediksi adalah salah satu warning bagi manusia untuk mulai mencintai lingkungan.
“Pemerintah Indonesia juga salah satu yang terlibat dalam upaya adaptasi perubahan iklim. Hal ini dilakukan karena negara kita menjadi nomor 2 sampah terbanyak setelah Tiongkok,” katanya.
Dengan penerapan lubang biopori, lanjut Yuswandi, dinilai sangat efektif dalam penyerapan air ke bawah tanah, sehingga diharapkan ketika masyarakat sudah tau cara membuat lubang biopori ini, banjir di Tanjungpinang bisa diminimalisir.
“Dengan sosialisasi ini, kami harapkan yang hadir dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang upaya apa yg bisa dilakukan untuk memanfaatkan air,. Kita lihat di Tanjungpinang, musim kemarau air kurang, musim hujan air berlebih, dengan adanya lubang biopori, air akan langsung meresap ke tanah,” jelasnya.
Beberapa narasumber nampak hadir memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang biopori, diantaranya, Jojo Sutrisno dari LSM Alim, Roy Oktaviano LSM Hijau dan Ibu Desriyati dari DLH. (red)

