HARIANMEMOKEPRI.COM — Destinasi wisata Kota Tanjungpinang kini telah banyak dikunjungi masyarakat sekitar seiring rampungnya revitalisasi dan pedestrian median Jalan Gerbang masuk Bandara RHF Tanjungpinang, Minggu (15/2023).
Destinasi wisata Kota Tanjungpinang ini merupakan proyek strategi Pemerintah Provinsi Kepri dalam menata ibu kota Provinsi agar semakin indah serta untuk menarik para wisatawan dari luar.
Bangunan yang menjadi ikon di kawasan destinasi wisata Kota Tanjungpinang ini diantaranya berupa replika Bulang Linggi, sebuah kapal perang legenda bangsa Melayu sepanjang enam meter dan lebar empat meter.
Baca Juga: Manfaat Puasa Untuk Jasmani dan Rohani
Replika kapal berdiri kokoh di media jalan, dilengkapi dengan dua layar, rumah di bagian buritan, tujuh perisai, serta bendera hula-hula.
Destinasi wisata tersebut begitu ramai di kunjungi masyarakat Tanjungpinang untuk mengabadikan momen penting baik dengan keluarga maupun rekan sejawat.
Selain itu, di kawasan ini juga dilengkapi berbagai ornamen lainnya, seperti nama tujuh kabupaten dan kota yang ada di Kepulauan Riau, serta perak pernik lain yang menjadikan kawasan ini indah dan juga nyaman.
Baca Juga: Ajaran Rasulullah Mengenai Islam yang Baik
Pedestrian menjadikan median Jalan Bandara Internasional RHF juga sangat nyaman bagi warga untuk berkunjung ke sini. Jalur cukup lebar yang tertata rapih di median jalan membuat nyaman bagi pejalan kaki sekaligus berolahraga.
Sejak pedestrian dan penataan median jalan Bandara RHF tahap pertama rampung, kawasan ini menjadi ramai.
Bahkan hingga malam hari, aktivitas ekonomi di kawasan ini semakin bergeliat. Aktivitas perdagangan mikro dan berkembang.
Baca Juga: Menghargai Orang Lain Dalam Kisah Nabi Musa
Demikian pula jasa. Ini terlihat dari ramainya toko-toko yang menjual makanan yang sesak oleh pengunjung khususnya pada sore dan malam hari.
Kendati revitalisasi median dan pedestrian Jalan Bandara Internasional RHF tahap pertama ini telah rampung, namun peresmian penggunaan sarana dan prasarana yang ada di kawasan ini baru akan dilaksanakan pada tahun 2023 ini.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan guna menjadikan kawasan semakin nyaman, Pemerintah Provinsi Kepri juga menanam pohon pinang yang menjadi latar belakang penamaan Kota Tanjungpinang.
Baca Juga: Manchester United Comeback Dengan Skor 2-1
“Tanjungpinang dinamai karena kota ini dulunya terdapat banyak pohon pinang di tanjung-tanjung. Makanya sepanjang jalan ini ditanam pohon pinang untuk mempertegas identitas kota ini,” ujar Ansar.
Ansar menyatakan jika penataan kawasan Jalan Bandara Internasional RHF Tanjungpinang menjadi salah satu proyek strategis penataan kawasan ibukota Provinsi Kepulauan Riau.
Selain menjadikan Jalan Bandara Internasional RHF sebagai wajah ibu kota, kawasan ini diharapkan juga menjadi alternatif destinasi wisata baik bagi pendatang maupun warga Tanjungpinang.
Baca Juga: Ganda Putra Indonesia, Fajar-Rian Melaju ke final Malaysia Open 2023
“Diharapkan Jalan Bandara RHF ini akan memberi kesan bagi siapa saja yang datang ke Tanjungpinang. Dengan dijadikannya kawasan ini sebagai destinasi, tentu akan berdampak pada peningkatan kunjungan yang muaranya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” lanjutnya.
Tahun 2023 ini Pemprov Kepri melalui Dinas PUPR akan melaksanakan penataan lampu, serta penambahan beberapa aksesori di antaranya berupa tanjak berukuran besar dan keris.
Ansar menginginkan Jalan Bandara Internasional RHF Tanjungpinang ini menjadi ikon, menjadi kebanggaan Kepulauan Riau. Dengan ini Ansar mengingatkan agar semua pihak masyarakat dan instansi terkait, dapat menjaga, memantapkan kepedulian menjadikan kawasan ini tetap asri dan nyaman.
“Sehingga kawasan ini betul-betul menjadi destinasi yang dapat menarik banyak orang datang, sehingga dapat membuat perekonomian masyarakat meningkat,” tutup Ansar.

