HARIANMEMOKEPRI.COM — Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia kembali digagalkan petugas Bea Cukai Tanjungpinang.

Dalam penindakan yang dilakukan di Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Selasa (7/10/2025), petugas berhasil mengamankan 496 gram sabu yang disembunyikan di dalam celana dalam seorang penumpang berinisial MKR (25).

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjungpinang, Joko Pri Sukmono Dwi Widodo, menjelaskan bahwa penindakan tersebut berawal dari analisis intelijen tim P2 Bea Cukai.

Petugas memperoleh informasi tentang adanya penumpang asal Malaysia yang diduga membawa barang terlarang.

“Kecurigaan muncul saat pemeriksaan di mesin X-ray. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap penumpang dan menemukan lima bungkus plastik berisi kristal putih di celana dalam tersangka,” jelas Joko.

Saat diperiksa menggunakan Narcotics Identification Kit (NIK U), barang tersebut terbukti positif mengandung Methamphetamine, atau yang lebih dikenal sebagai sabu. Total berat bruto mencapai 496 gram.

Dari hasil pemeriksaan, MKR mengaku berencana melanjutkan perjalanan ke Jakarta menggunakan pesawat Citilink rute TNJ–CGK pada pukul 14.50 WIB.

Petugas segera mengamankan tersangka dan barang bukti untuk proses hukum lebih lanjut.

Selanjutnya, tersangka dan barang bukti diserahkan kepada BNN Provinsi Kepulauan Riau untuk penyidikan lanjutan.

Joko menegaskan, penindakan ini merupakan bagian dari upaya Bea Cukai dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika.

“Kami terus memperkuat sinergi dengan BNN dan aparat penegak hukum lainnya. Narkoba adalah ancaman serius bagi bangsa, dan kami berkomitmen untuk terus melindungi masyarakat dari bahaya tersebut,” tegasnya.

Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Tanjungpinang telah mencatat tiga kali penindakan terkait narkotika, dengan total barang bukti mencapai 8,5 kilogram sabu dan 13 mililiter happy water, senilai lebih dari Rp11,7 miliar.

Pihak Bea Cukai juga mengimbau masyarakat untuk aktif memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran narkoba.

“Peran serta masyarakat sangat penting. Sinergi antara aparat dan masyarakat akan memperkuat pertahanan kita terhadap bahaya narkotika,” tutup Joko.