Dalam pemanfaatannya, Pesawat N219 dapat digunakan dengan berbagai konfigurasi sesuai kebutuhan pengguna, baik untuk angkut penumpang, logistik, maupun medical evacuation dan flying doctor.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga mengapresiasi Kementerian PPN/Bappenas yang telah memilih Provinsi Kepri untuk dijadikan sebagai pilot project penggunaan pesawat N219.
Baca Juga: Dandim 0315 Tanjungpinang Raih Juara Pertama Pada Lomba Menembak Kategori Exhibition
Bappenas bersama tim terkait telah menyusun bisnis model melalui sinergi ekosistem dengan melibatkan Pemerintah Daerah termasuk BUMD-nya, Aircraft Operator Company (AOC), perusahaan leasing dalam negeri dan PTDI sendiri, tentunya dengan dukungan Pemerintah Pusat, agar komersialisasi pesawat N219 di Kepulauan Riau segera terwujud.
“Setelah kemarin Bappenas membuat road map ekonomi untuk Kepri, sekarang kita juga dijadikan pilot project untuk pesawat N219. Itu yang kita apresiasi karena Bappenas begitu serius untuk pembangunan Kepri,”terang Gubernur Kepri Ansar Ahmad melanjutkan.
Sementara itu, Direktur Niaga, Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia Moh Arif Faisal menyebutkan kegiatan Pesawat N219 Market Survey Flight merupakan salah satu upaya PT Dirgantara Indonesia dalam melakukan proses komersialisasi Pesawat N219 di dalam negeri,
Baca Juga: Peringati Hari Bhayangkara 77, Polres Bintan Gelar Lomba Menembak Bersama TNI Polri dan FKPD
Hal ini tentunya juga dapat mendukung program transformasi ekonomi di Kepri, khususnya dalam peningkatan konektivitas wilayah, serta mendorong percepatan pembangunan daerah.

