Sementara itu, Charley menganggap acara promosi budaya Indonesia semacam itu sebetulnya bisa lebih dimaksimalkan untuk menarik lebih banyak warga AS.
“Makanan selalu bagus. Tapi mungkin bagi orang yang belum kenal, belum tahu rasanya, mungkin bisa dikasih coba sedikit. Samples ya mungkin,” tambahnya.
Misi Lebih Besar
Selain misi pengenalan budaya, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI di Washington D.C., Ida Bagus Made Bimantara, yang akrab disapa Sade, menyebut bahwa Jawa Barat juga berkontribusi besar terhadap hubungan Indonesia dan Amerika Serikat melalui investasinya dengan perusahaan-perusahaan Amerika.
“Karena Jawa Barat memiliki pusat-pusat industri seperti di Karawang dan Cirebon, maupun di tempat-tempat lainnya yang menarik bagi perusahaan Amerika Serikat untuk produksi barang-barangnya di Indonesia,” katanya.
Botol minuman dengan animasi kesenian Jawa Barat, produk yang dijual di acara “West Java Experience” (VOA Indonesia)
AS kini menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar Jawa Barat, disusul Jepang dan Filipina. Data Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat pada Desember 2024 menunjukkan nilai ekspor provinsi itu mencapai USD 502,70 juta (sekitar Rp8,1 triliun), dengan komoditas unggulan berupa produk elektronik, kendaraan dan bagiannya, tekstil, dan alas kaki.

