Tekanan finansial yang dihadapi kandidat PhD, khususnya selama krisis biaya hidup yang berkelanjutan, berdampak negatif pada mereka. Laporan baru dari Universities Australia dan Australian
Council of Graduate Research menunjukkan penurunan 8 persen dalam pendaftaran PhD domestik dari 2018 hingga 2023.
Penyebabnya? Gaji PhD tahun ini yang ditetapkan AUS$33.500 atau US$21.000 per tahun, sedikit di atas Rp340 juta.
CEO Universities Australia Luke Sheehy mengatakan, “Kami menginginkan kenaikan yang wajar menjadi 36 (ribu dolar Australia) dan indeksasi yang tepat mulai sekarang. Rata-rata mahasiswa PhD berusia sekitar 37 tahun. Kami tahu pada usia itu mereka umumnya harus bayar kredit rumah atau sewa dan mereka umumnya sudah berumahtangga.”
Untuk mendapatkan gelar PhD-nya, Jesse Gardner Russel dari Council of Australian Postgraduates Associations, mencari cara untuk mengatasi kebutaan pada orang yang menderita stroke.
Ia mengatakan, “Sangat umum bagi mahasiswa PhD untuk datang pada pukul 9 pagi dan pulang pada pukul 9, 10, 11 malam. Kami tidak menuntut gaji enam digit. Kami menuntut upah yang layak.”

