HARIANMEMOKEPRI.COM – Kapolresta Tanjungpinang, Kombes Pol Hamam Wahyudi, menegaskan bahwa isu peredaran uang palsu yang sempat viral di media sosial belakangan ini adalah informasi tidak benar alias hoaks.
Pernyataan itu disampaikannya usai menghadiri Pawai Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) ke-XIX di Tanjungpinang, Sabtu (20/4/2025).
Pihaknya sudah cek masalah uang palsu, termasuk informasi yang menyebut pedagang cilok di Basuki Rahmat menerima uang palsu. Sementara ini tidak ditemukan adanya pengedaran uang palsu.
“Namun, kami tetap akan mendalami, terutama terhadap kasus-kasus sebelumnya yang memang pernah terjadi,” ujar Hamam kepada awak media.
Meski begitu, ia tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Menurutnya, kewaspadaan tetap diperlukan meskipun Bank Indonesia telah mengeluarkan surat edaran terkait ciri-ciri uang palsu.
Selain mengklarifikasi isu hoaks, Kapolresta Tanjungpinang juga memaparkan perkembangan sejumlah kasus kriminal yang tengah ditanganinya.
Salah satunya adalah pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi pada 20 November 2024.
“Dalam kasus ini, pelaku mengambil uang sebesar Rp3 juta dari kios milik korban berinisial J di Jalan Kuantan. Dua pelaku berhasil diamankan, salah satunya berinisial DS, warga Jalan Ir Sutami,” jelas Hamam.
Penangkapan terhadap DS dilakukan pada Selasa, 12 April 2025, di wilayah Tanjungpinang Timur.
Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vega R dan beberapa pakaian yang dikenakan pelaku saat beraksi.
Sementara itu, Hamam juga mengonfirmasi penanganan kasus pengeroyokan terhadap seorang pelajar berinisial Mr yang terjadi di kawasan Bukit Bestari.
Dari hasil penyelidikan, pengeroyokan tersebut melibatkan enam pelajar lainnya dan dipicu oleh kesalahpahaman saat bermain futsal.
“Dari pemeriksaan, ternyata hanya salah paham. Akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Semua pihak sepakat menempuh jalur damai,” ujarnya.
Meski laporan tetap diterima, proses hukum tidak dilanjutkan karena adanya penyelesaian damai dari kedua belah pihak.
Menutup pernyataannya, Kapolresta Tanjungpinang mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tersebar di media sosial tanpa klarifikasi yang jelas.
“Jangan mudah terprovokasi informasi hoaks. Bila menemukan hal mencurigakan, segera lapor ke pihak kepolisian. Kami siap menindaklanjuti,” tegasnya.

