HARIANMEMOKEPRI.COM — Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur memburu pelaku pencabulan anak di bawah umur.

Hal ini dilakukan Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur setelah mendapatkan laporan dari masyarakat adanya pencabulan anak dibawah umur.

Baca Juga: Indonesia Vs Brunei Darussalam Nanti Malam Shin Tae Yong Pakai Formasi 3-4-3, Berikut Starting Line Up Garuda

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Ipda Apriadi ketika di konfirmasi melalui WhatsApp membenarkan dan telah mengantongi ciri ciri pelaku

“Benar, namun pelaku masih kita cari untuk ciri – ciri pelaku sudah kami kantongi. Kami juga masih mencari keberadaan pelaku,” jelas Ipda Apriadi, Kamis (12/2023).

Baca Juga: Hadapi Brunei Darusaalam Malam Nanti Pada Kualifikasi Piala Dunia, Jika Menang Skuad Garuda Bisa Tambah Poin

Ipda Apriadi menghimbau kepada masyarakat bagi yang menemukan keberadaan pelaku untuk menghubungi Polsek Tanjungpinang Timur.

Sementara pelaku masih dalam pengejaran dan penyelidikan Unit Polsek Tanjungpinang Timur

Baca Juga: Persiapan Pemilu 2024, Pj Walikota Tanjungpinang Hasan Minta Stakeholder Tingkatkan Sinergi Dan Kerjasama

“Bagi yang melihat dan menjumpai pelaku dapat menghubungi Polsek Tanjungpinang Timur atau Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur Ipda Apriadi 081364534060,” jelasnya.

Adapun kronologisnya dimana pada Senin 09 Oktober 2023 pukul 12:30 Wib korban inisial RE dan AWS (14) menceritakan kepada orang tuanya bahwa pelaku inisial EP telah menunjukkan video porno kepada korban.

Baca Juga: Satreskrim Polresta Tanjungpinang Ungkap Penemuan Tengkorak Manusia, Ternyata Warga Kelurahan Kampung Bugis

Usai menunjukkan video tersebut kepada dua orang korban, EP mulai memegang bagian tubuh korban mulai dari payudara hingga alat vital korban dan terjadilah pencabulan yang dilakukan oleh pelaku EP

“Setelah melakukan hal tersebut EP memberikan uang Rp10 ribu kepada RE, pelaku EP merupakan paman korban. Lalu RE menceritakan kepada ibu korban dan menceritakan tentang kakaknya inisial AWS yang mendapati perlakuan hal sama oleh pelaku,” pungkas Ipda Apriadi.