Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan yang telah diperbarui, serta ketentuan dalam KUHP terkait keterlibatan dalam tindak pidana.

Polda Kepri menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan mangrove di wilayah Kepulauan Riau dari praktik eksploitasi ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan.

Masyarakat juga diimbau untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan.

Jika menemukan potensi gangguan kamtibmas, warga dapat menghubungi Call Center 110 yang aktif 24 jam atau melalui aplikasi Polri Super Apps.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat dalam menindak tegas kejahatan lingkungan demi menjaga keberlanjutan sumber daya alam di wilayah perairan Kepri.