HARIANMEMOKEPRI.COM – Penemuan benda diduga merupakan potongan mayat manusia di perairan Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, menggegerkan warga setempat.

Hingga Jumat (17/7/2026), keberadaan objek tersebut masih menjadi misteri karena belum berhasil ditemukan kembali meski telah dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

Peristiwa bermula saat seorang nelayan baru selesai memancing melihat benda berwarna hitam mengapung di laut.

Awalnya benda itu disangka sampah plastik. Namun ketika terbawa arus dan berputar diterjang ombak, nelayan tersebut menduga benda itu merupakan potongan mayat manusia berjenis kelamin laki-laki.

Karena kondisi benda telah mengeluarkan bau menyengat, nelayan tidak berani melakukan evakuasi.

Ia kemudian melaporkan temuannya kepada warga yang selanjutnya diteruskan kepada pemerintah desa dan pihak kepolisian.

Merespons laporan tersebut, personel Polsek Jemaja bersama TNI, Basarnas, BPBD Kecamatan Jemaja Timur, pemerintah desa, dan masyarakat melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan menggunakan transportasi laut.

Pencarian dilakukan sejak Kamis (16/7/2026) malam hingga Jumat pagi, namun belum membuahkan hasil.

Kepala Desa Genting Pulur, Abdul Rahman, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pencarian karena objek yang diduga potongan mayat tersebut belum ditemukan.

“Kami bersama tim gabungan telah melakukan pencarian sejak tadi malam hingga pagi hari, namun hasilnya masih nihil. Karena itu kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh terkait dugaan penemuan tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar tetap tenang saat beraktivitas di laut.

Menurutnya, apabila menemukan benda mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pemerintah desa, ketua RT, Bhabinkamtibmas, maupun aparat terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, melalui Kapolsek Jemaja Iptu Sutomo menyampaikan bahwa pencarian telah dilakukan bersama personel Polsek Jemaja, Rescue Basarnas Kecamatan Jemaja, BPBD Kecamatan Jemaja Timur, pemerintah desa, dan warga hingga pukul 24.00 WIB.

Karena objek yang dilaporkan belum ditemukan, Basarnas untuk sementara menunggu informasi lanjutan dari masyarakat.

Meski demikian, kepolisian tetap berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, terutama nelayan, apabila menemukan mayat atau benda yang diduga berkaitan dengan kejadian ini di laut agar segera melaporkannya kepada aparat pemerintah setempat, kepolisian, maupun Basarnas sehingga dapat segera dilakukan penanganan,” ujar Iptu Sutomo.

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban maupun kepastian mengenai benda yang dilaporkan masih belum diketahui.

Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.