Di Tahun 1973, kehidupan P Ramlee telah berubah total dan sangat jauh dari bayangan kehidupan seorang superstar.

Baca Juga: Usai Putus dari Fujianti Utami Thariq Halilintar Masuk Rumah Sakit

Sebelumnya, pada tahun 1970-an label musik EMI di Singapura memutuskan tidak memperpanjang kontrak P Ramlee karena menganggap lagu-lagunya tidak laku di pasaran.

P Ramlee tutup usia karena serangan jantung pada tanggal 29 Mei 1973. Kematiannya yang mendadak membuat publik Malaysia tersentak.

Baca Juga: Batam Wanderlust Buka Lowongan Kerja, Buruan Ambil Kesempatannya

Media-media di Malaysia yang sebelumnya enggan memuat berita tentang P Ramlee, tiba-tiba menurunkan berita besar-besaran di hari kepergian sang Maestro.

Namun, seperti kata orang bijak, sering kali kita baru akan merasakan betapa berharganya sesuatu setelah kita kehilangannya.

Baca Juga: Masjid Agung An Nur Pekanbaru Destinasi Wisata Religi dengan 4 Gaya Arsitektur, Apa Sajakah Itu?

Pepatah ini nampaknya berlaku sempurna untuk P Ramlee, sang jenius itu ditangisi berjuta orang, baru setelah ia pergi untuk selamanya. ***