HARIANMEMOKEPRI.COM — Pada setiap bulan Februari terdapat hari spesial setiap tanggal 15, yaitu Hari Valentine atau kasih sayang.
Hari Valentine ini banyak digunakan oleh para pasangan dalam memandu kasih sayang kepada pasangannya bahkan meluapkan rasa cinta kepada sang kekasih.
Bahkan menjelang Hari Valentine tiba, euforia sudah tampak dirasakan dimana-mana seperti di Supermarket, iklan televisi dengan pernak pernik warna merah hati.
Baca Juga: Bungkam Arema FC 2-0, Persija Jakarta Pimpin Klasemen Sementara BRI Liga 1 2022/2023
Tidak hanya itu, setiap restoran menyediakan potongan harga yang bertemakan romantis, harga cokelat yang seyogyanya begitu mahal kini menjadi murah dari sebelumnya.
Lantas dalam Hari Valentine nanti bagaimana kamu merayakannya?.
Namun sebelum itu anda harus tahu sejarah awal mula Hari Valentine yang perlu anda ketahui.
Baca Juga: Makanan Lambuk Khas Melayu Sudah Pernah Dengar? Ini Resepnya Patut dicoba
1. 14 Februari adalah hari libur pada zaman Romawi kuno
Setiap orang mengetahui bahwa Hari Valentine diperingati setiap tanggal 14 Februari. Biasanya, pada hari tersebut orang-orang menunjukkan kasih sayangnya dengan menyatakan perasaan kepada orang yang dicintai ataupun memberikan hadiah untuk mereka. Namun, bagaimana sebenarnya peringatan ini bermula?
Beberapa sejarawan menelusuri sejarah Hari Valentine di zaman Kekaisaran Romawi Kuno. Pada masa itu, orang-orang memperingati tanggal 14 Februari sebagai hari libur guna menghormati Juno yang merupakan Ratu Mitologis Dewa-Dewi Romawi. Orang Romawi juga menganggap Juno sebagai Dewi Perkawinan.
Baca Juga: Lestarikan Budaya Bangsa, Pertunjukan Reog Ponorogo Tampil di Acara HUT 1 Abad NU
2. Perayaan baru dimulai tanggal 15 Februari
Malah keesokan harinya, 15 Februari, diadakan sebuah perayaan bernama Festival Lupercalia yang umum disebut dengan festival kesuburan. Perayaannya sendiri sungguh beragam.
Ada yang mengatakan bahwa di perayaan ini semua perempuan akan memasukan namanya ke dalam tempat, untuk kemudian akan dipilih oleh laki-laki secara acak dan nama yang dipilih adalah jodohnya.
Ada juga yang mengatakan bahwa di perayaan ini akan diadakan penguburan dua ekor kambing dan seekor anjing.
Baca Juga: Kebakaran Rumah Ayam Geprek Akibat Kebocoran Tabung Gas dan Percikan Api
Gampangnya, Lupercalia sendiri adalah momen untuk menyucikan kota dari roh jahat, melepaskan kesehatan dan mencegah kemandulan. Asal kata Lupercalia sendiri bukan dari bahasa Latin sehingga ini membuktikan bahwa festival ini lebih tua dari kekaisaran Romawi sendiri.
Saat ini, tanggal 15 Februari justru sudah tidak ada lagi perayaan jenis apapun. Hanya tanggal 14 saja dirayakan sebagai hari kasih sayang yang diperingati dengan membagi kasih sayang dengan orang-orang terkasih.
Baca Juga: MV Dumai Line 9 Kandas di Perairan Anak Ayam Kabupaten Meranti, Seluruh Penumpang Selamat
Perkembangan zaman memang membawa begitu banyak perubahan. Apalagi ini bukan cuma tentang peringatan sebuah hari, tapi juga tradisi dan adat yang pastinya semua belahan bumi memiliki pandangannya masing-masing.
3. Kebingungan yang timbul karena sosok bernama Valentine
Sudah banyak perdebatan yang sebenarnya masih samar dan belum tahu mana yang benar tentang sosok yang namanya diperingati sebagai hari kasih sayang di seluruh dunia ini.
Baca Juga: Masjid Komunitas Turki Terima Sumbangan Bantuan Untuk Korban Gempa di Turki dan Suriah
Sejarah Hari Valentine tersebut bermula dari tiga sosok bernama Valentine yang ketiganya meninggal dengan cara yang tidak lazim. Yakni dipenggal, disiksa dan dieksekusi mati.
Mungkin yang tidak asing dari orang awam adalah cerita seorang pastor bernama Santo Valentino yang menikahkan pasangan muda yang saling mencintai secara diam-diam dan kemudian mati dengan cara dipenggal.
Namun, ada pula kedua sosok lain bernama Valentine yang juga mati tanggal 14 Februari dengan cara yang mengenaskan
Baca Juga: Sudah Kenalkah dengan Tri Suaka yang Kemarin Tampil di Bintan, Ini Biografinya
Saat ini, hal tersebut sudah tidak banyak lagi dibicarakan. Rata-rata orang hanya merayakan esensinya saja. Bahwa sebelum mereka mati, mereka telah menciptakan cinta itu sendiri di kehidupan orang di sekitarnya.***

