“Kita memonitor kebutuhan cabai dan sayuran agar tidak memicu inflasi. Bila diperlukan, kita akan bekerja sama dengan daerah lain untuk menjaga pasokan,” jelasnya.

Nyanyang juga menyatakan bahwa harga berbagai komoditas saat ini cenderung stabil, dan pemerintah berencana memperluas pelaksanaan pasar murah ke kabupaten/kota lainnya.

“Ke depan kegiatan seperti ini akan kita adakan di daerah lain. Biasanya harga Rp50 ribu bisa turun menjadi Rp48 ribu dengan adanya pasar murah,” tambahnya.

Kepala Bank Indonesia Provinsi Kepri, Rony Widijarto, turut hadir dan mengapresiasi pelaksanaan pasar murah tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dalam menjaga stabilitas harga di tengah pertumbuhan ekonomi Kepri yang menunjukkan tren positif.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri mencapai 7,48 persen, tertinggi ketiga nasional dan tertinggi di Sumatera. Hingga kini, akumulasi pertumbuhan mencapai 6,6 persen dan masih berpeluang meningkat,” jelas Rony.

Ia menambahkan bahwa inflasi Kepri terjaga di angka 2,08 persen pada Oktober, menunjukkan kondisi yang masih ideal dan berada dalam kisaran sasaran.