HARIANMEMOKEPRI.COM – Tekanan ekonomi semakin dirasakan masyarakat Kabupaten Lingga. Keterlambatan pembayaran gaji dan tunjangan aparatur desa, minimnya lapangan pekerjaan, serta kenaikan harga kebutuhan pokok dinilai menjadi faktor utama melemahnya daya beli warga.
Sejumlah warga di Daik Lingga mengungkapkan, persoalan tunda bayar bukan hanya dirasakan aparatur desa, tetapi berdampak luas terhadap perputaran ekonomi di desa-desa.
Keterlambatan pembayaran honor RT, RW, guru TPQ, hingga pengurus masjid membuat aktivitas ekonomi masyarakat ikut melambat.
“Kalau honor belum dibayar, otomatis belanja juga berkurang. Ini bukan hanya satu dua desa, tapi hampir semua desa terdampak,” kata seorang warga, Kamis (8/1/2026).
Di saat pendapatan masyarakat tertahan, harga kebutuhan pokok justru mengalami kenaikan.
Kondisi ini semakin memperberat beban rumah tangga. Warga menilai kebijakan pengendalian harga belum dirasakan secara nyata di lapangan.
Keluhan juga datang dari pelaku usaha kecil. Pedagang sembako di Daik Lingga mengaku omzet penjualan turun signifikan karena masyarakat memilih menunda pembelian.

