Rika juga menjelaskan kenaikan harga Minyakita dipengaruhi oleh distribusi barang dari Dumai menuju Tanjungpinang yang mengalami hambatan transportasi.

“Distribusi Minyakita saat ini mengalami kendala. Jika sebelumnya pengiriman dilakukan satu kali dalam seminggu, sekarang menjadi satu kali dalam dua minggu sehingga berdampak pada harga,” jelasnya.

Selain di Kota Tanjungpinang, Gerakan Pangan Murah juga dilaksanakan di sejumlah daerah lain seperti Bintan dan Natuna. Pemerintah daerah juga dianjurkan menggelar GPM tematik sesuai komoditas yang mengalami lonjakan harga.

“Kalau yang naik misalnya harga ayam, maka bisa dibuat GPM khusus ayam agar lebih tepat sasaran,” tambah Rika.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Tanjungpinang, Robert Lukman menyebut kolaborasi antara Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang dilakukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih murah.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah membantu masyarakat, khususnya warga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah agar tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ucap Robert.