“Semoga fasilitas ini memberi manfaat besar, tidak hanya bagi Batam, tetapi juga bagi Provinsi Kepulauan Riau dan Indonesia secara keseluruhan,” kata Amsakar.
Amsakar juga menyoroti peran Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang terus berkembang dalam enam dekade terakhir.
Menurutnya, keberadaan pelabuhan internasional yang baru ini sangat penting untuk mendukung kelancaran mobilitas orang dan barang, yang menjadi kunci penguatan ekonomi lokal dan daya saing global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Batam pada 2024 mencapai 1.326.831 orang,
Hal ini meningkat 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan angka tersebut naik menjadi 1,7 juta kunjungan pada 2025.
Di akhir sambutannya, Amsakar mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan pelabuhan ini dengan sebaik-baiknya.
“Kita ingin Batam makin maju, makin terbuka, dan tetap menjadi kota yang nyaman untuk ditinggali. Pelabuhan ini adalah simbol kemajuan dan semangat baru Batam,” tutupnya.

