Berdasarkan data BP Batam, volume pengolahan limbah plastik pada tahun 2024 mencapai 266.878 ton, naik dari 176.774 ton pada 2023.
Saat ini terdapat 16 perusahaan yang bergerak di sektor tersebut dengan total nilai investasi sekitar USD 50 juta, ekspor USD 60 juta per tahun, dan menyerap lebih dari 3.500 tenaga kerja lokal.
BP Batam menilai, apabila penghentian rekomendasi impor diberlakukan tanpa masa transisi, hal ini berpotensi menyebabkan perlambatan produksi, penurunan ekspor, serta dampak sosial-ekonomi terhadap ribuan pekerja dan pelaku UMKM di sekitar kawasan industri.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor, BP Batam telah menyampaikan pandangan resmi kepada KLHK agar kebijakan dijalankan melalui masa transisi selama lima tahun.
Masa transisi ini diharapkan memberi ruang bagi industri untuk beradaptasi secara bertahap dari bahan baku impor menuju pasokan domestik, sekaligus tetap memenuhi standar lingkungan.
“Usulan ini bukan bentuk penolakan, tetapi langkah untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan kepastian berusaha. Batam berkomitmen mendukung arah kebijakan hijau pemerintah, dengan tetap melindungi tenaga kerja dan kepercayaan investor,” tambah Fary.

