“BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam berkomitmen menyelesaikan persoalan ini. Kami tidak ingin ada warga yang merasa dirugikan, dan saat ini kami tengah mencari formula terbaik untuk mengatasi dinamika yang ada,” tambah Amsakar.

Ia menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses pengembangan Rempang.

“Kami membuka ruang dialog seluas-luasnya. Apabila diperlukan pembahasan lebih lanjut, kami siap berkomunikasi dengan masyarakat,” tutupnya.