HARIANMEMOKEPRI.COM – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 menggelar sosialisasi mitigasi bencana alam bagi masyarakat di Desa Busung, Kecamatan Sri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan nonfisik dalam program TMMD tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya di wilayah pesisir, seperti cuaca ekstrem, gelombang tinggi, serta kebakaran hutan dan lahan.
Sosialisasi berlangsung interaktif dengan menghadirkan materi praktis yang meliputi pemetaan potensi bencana di lingkungan setempat, langkah-langkah penyelamatan mandiri, hingga penerapan sistem peringatan dini berbasis masyarakat.
Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang, Kolonel Inf Abdul Hamid, mengatakan bahwa TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di wilayah sasaran.
Menurutnya, Kabupaten Bintan memiliki karakteristik wilayah kepulauan dan pesisir yang rentan terhadap cuaca ekstrem dan gelombang tinggi sehingga masyarakat perlu memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat secara mandiri.
Kabupaten Bintan kata Dandim, memiliki karakteristik wilayah kepulauan dan pesisir yang cukup rentan terhadap cuaca ekstrem serta gelombang tinggi.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan warga tidak hanya menjadi objek pertolongan, tetapi mampu menjadi garda terdepan dalam merespons dan meminimalkan risiko saat bencana terjadi,” ujar Abdul Hamid.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana.
Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat.
Melalui kegiatan ini, TMMD ke-129 diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik, tetapi juga membangun budaya sadar bencana yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah Kabupaten Bintan.

