Kabupaten Bintan kata Dandim, memiliki karakteristik wilayah kepulauan dan pesisir yang cukup rentan terhadap cuaca ekstrem serta gelombang tinggi.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan warga tidak hanya menjadi objek pertolongan, tetapi mampu menjadi garda terdepan dalam merespons dan meminimalkan risiko saat bencana terjadi,” ujar Abdul Hamid.
Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana.
Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar sehingga kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat.
Melalui kegiatan ini, TMMD ke-129 diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik, tetapi juga membangun budaya sadar bencana yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat di wilayah Kabupaten Bintan.

