Ia juga mengingatkan bahwa kinerja pejabat akan dievaluasi setiap tiga bulan. Disiplin kerja, kebersihan kantor, hingga kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat menjadi tolok ukur penilaian.

Menurutnya, rotasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam rangka pembinaan dan memperkuat organisasi. Bahkan, Amsakar menegaskan tidak ada istilah kelompok atau mazhab dalam birokrasi Pemko Batam.

Khusus kepada camat, ia meminta agar segera turun ke lapangan, mendengarkan aspirasi masyarakat, dan memastikan kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kegaduhan.

Selain pelantikan kali ini, Amsakar menyebut masih ada posisi strategis yang kosong, termasuk Kepala Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kependudukan, dan Dinas Sosial. Mutasi tahap kedua direncanakan dalam waktu dekat.

“Mari manfaatkan momentum ini untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kapasitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Batam,” pungkasnya.