“Batam tumbuh karena industri dan investasi. Ketika investasi meningkat 9,53 persen dan industri pengolahan menyumbang lebih dari 57 persen terhadap PDRB, itu menunjukkan mesin produksi Batam benar-benar bergerak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Candra, menilai lonjakan pertumbuhan pada Triwulan IV menjadi sinyal bahwa investasi yang masuk mulai terkonversi menjadi aktivitas produksi di lapangan.
“Pertumbuhan yang melonjak di akhir tahun menunjukkan ekspansi industri di Batam mulai menghasilkan aktivitas ekonomi riil dan menjadi fondasi kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan pada 2026,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis. Ia menyebut pertumbuhan investasi yang mendekati dua digit menandakan Batam mulai memasuki fase ekspansi kapasitas produksi.
Menurutnya, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung ekonomi Batam dengan kontribusi sebesar 57,01 persen terhadap PDRB.
Selain itu, sektor listrik dan gas tumbuh 11,90 persen serta real estate mencapai 14,70 persen, yang menunjukkan meningkatnya aktivitas industri dan pengembangan kawasan ekonomi.

