Sementara itu, Ketua Pagar Nusa yang di wakilkan oleh wakil ketua pagar nusa Robit Dasofa ,S.Pdi. mayampaikan, Ada dua kunci. Pertama kembangkan dan pertahankan Islam Aswaja, yaitu Islam yang ramah, rahmatalilil’amin, Islam yang bisa bergaul dengan siapa saja, Islam yang tidak ekstrim. Meskipun pendekar, meskipun berprestasi dalam bela diri. Seperti yang didawuhkan KH.Abduloh Maksum Jauhari sebagai pendiri pencak silat pagar Nusa, Akhlakul Karimah ini harus tetap dijaga, tidak berarti dengan berakhlak kemudian tidak berprestasi, tapi akhlak tetap dijaga.

Baca Juga: Polsek Tanjungpinang Barat Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang

“Apapun yang kita lakukan, apapun yang menjadi sikap kita dan tindakan kita itu tidak lepas dari apa yang didalam jiwa kita dan diri kita. Jagalah akhlak. Akhlak adalah sesutau yang nampak bukan perwujudan dari dalam. Maka ilmu yang lahir dan ilmu yang batin itu bagaimana menyatu menjadi diri pribadi kita yang soleh dan solihah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, yang kedua, harga mati untuk menjaga keutuhan NKRI. Indonesia yang dihuni umat islam dengan kerinduan ini semua adalah saudara kita.

“Sehingga antara menjaga Islam yang ramah dengan menjaga keutuhan NKRI ini ajaran yang wajib ditanamkan diri kita. Sehingga kesholihan kita ini akan nyambung, Islam yang ramah dan Indonesia yang utuh dan bersatu,” imbuhnya.