Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Pondasi Perdamaian Dunia”. Tema tersebut menegaskan relevansi Pancasila dalam menghadapi tantangan global sekaligus sebagai dasar dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Li Claudia juga membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi. Dalam amanat tersebut disampaikan bahwa Indonesia tetap kokoh di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

“Di tengah ketidakpastian global dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis dapat dipersatukan dalam satu ikatan kebangsaan,” kata Li Claudia sekaligus membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, Yudian Wahyudi.

Lebih lanjut, Pancasila disebut sebagai jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi hingga perkembangan geopolitik dunia. Dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, Indonesia dinilai mampu menjaga persatuan nasional sekaligus berkontribusi terhadap terciptanya ketertiban dan perdamaian dunia.