“Anak Indonesia, khususnya Kota Batam sebagai masa depan bangsa harus sehat, cerdas, kreatif dan produktif. Jika anak-anak terlahir sehat, tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa,” kata Cak Nur.
Sebagaimana diketahui, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah menobatkan Nuryanto sebagai kakak asuh pencegah stunting untuk Kota Batam.
Untuk itu, sebagai Kakak Asuh permasalahan stunting ini sudah cukup fenomenal. Jika dipresentasikan di seluruh Indonesia mencapai 20 persen dan Kepri mencapai 15 persen. Dan ini merupakan pekerjaan yang melibatkan banyak orang dan juga menjadi tanggungjawab bersama.
“Jadi bukan tugas pemerintah daerah saja, namun juga menjadi tugas kita dalam sisi kemanusiaan. Saya yakin dan percaya jika kita kompak dan guyup maka hal ini bisa diatasi dengan baik oleh Batam,” katanya.
Dan sebagai wakil rakyat dan pribadi, tambahnya, pihaknya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian sesama terhadap pencegahan stunting, dan mudah-mudahan ini menjadi awal yang sangat baik dan mampu menjadi motivasi bagi masyarakat yang lain.
“Dan ini menjadi tanda kepedulian kita bersama. Karena ini menyangkut kemanusiaan dan kebaikan. Dan tentunya kita harus bergerak bersama-sama antara Pemerintah Daerah, masyarakat dan seluruh kader yang ada.

