Namun, ia menegaskan bahwa hal tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa kemanusiaan dalam kondisi keterbatasan.
“Memang hal itu tidak sesuai SOP, tapi itu murni inisiatif kami untuk menolong pasien. Ke depan kami akan terus berbenah dan mengedukasi tenaga kesehatan agar lebih baik lagi,” ucapnya.
Dari hasil musyawarah antara PELITA dan pihak puskesmas, disepakati beberapa poin penting:
1. Puskesmas akan memperbaiki pelayanan khususnya dalam penyediaan obat-obatan agar tidak terjadi kekosongan stok.
2. Jika pasien menghendaki obat di luar Fornas, harus ada surat persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh keluarga pasien dan pihak puskesmas.
3. Puskesmas berkomitmen untuk menjalankan pelayanan sesuai SOP yang berlaku.
Drg. Siti juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, ulama, hingga lintas sektor lainnya, untuk ikut berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas.
“Kami sangat terbuka terhadap saran dan masukan dari semua pihak. Hal ini penting agar kami bisa terus melakukan koreksi dan peningkatan pelayanan,” tambahnya.

