Ia menambahkan, rumah induk kini telah dipindahkan sehingga terpisah dari bagian dapur. Ke depan, dapur akan dibangun kembali menggunakan kayu bekas dan papan dari bangunan lama.
Plt Camat Jemaja, Edison, mengatakan wilayah pesisir Jemaja memang rawan bencana, terutama abrasi dan gelombang tinggi.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengambil pasir pantai secara berlebihan karena dapat memperparah pengikisan garis pantai.
Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan desa dapat mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi abrasi pantai.
Pasalnya, hampir setiap tahun garis pantai di Kabupaten Kepulauan Anambas terus terkikis, diperparah oleh penggunaan pasir pantai secara masif untuk pembangunan rumah dan proyek lainnya, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).
Abrasi tidak hanya mengancam rumah warga, tetapi juga keselamatan lingkungan pesisir dan masyarakat kepulauan. Upaya menjaga kelestarian alam menjadi sangat penting agar bencana serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

