Kepala Desa Landak, Amirullah, mengatakan abrasi dan gelombang tinggi di wilayah pesisir menjadi tantangan serius bagi masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan kepedulian dan kerja sama semua pihak.

“Rumah-rumah warga terdampak abrasi, sehingga penanganannya harus dilakukan secara gotong royong. Pemerintah desa juga memberikan bantuan untuk meringankan beban warga,” ujarnya.

Ketua RT 06 Desa Landak, Aprizanka, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam evakuasi tersebut.

Ia menjelaskan rumah salah satu warganya nyaris roboh akibat abrasi yang diperparah cuaca ekstrem pada bulan Desember.

“Pemilik rumah hanya tinggal berdua, suami dan istri. Kami berharap pemerintah daerah lebih peduli terhadap hal-hal kecil seperti ini, karena dampaknya bagi warga sangat besar,” jelasnya.

Sementara itu, Subanrio (63), pemilik rumah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Kami sekeluarga tidak sanggup memindahkan rumah sendiri. Kadang tidur tidak tenang saat ombak menghantam rumah. Sekarang alhamdulillah sudah lebih aman dan lega,” katanya dengan mata berkaca-kaca.