HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, bersama pemerintah desa dan sejumlah instansi terkait menggelar gotong royong mengevakuasi rumah warga di Pasir Panjang, Desa Landak, yang terancam roboh akibat banjir rob dan abrasi pantai, Kamis (18/12/2025).

Beberapa hari sebelumnya, gelombang tinggi hampir merobohkan rumah panggung milik warga yang berada di pesisir pantai.

Sejumlah tiang penopang rumah tampak menggantung setelah terkikis air laut. Menyikapi kondisi darurat tersebut, warga melakukan penanganan awal dengan memasang batu miring sementara.

Pihak RT setempat kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada Kecamatan Jemaja dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam aksi gotong royong tersebut, Pemerintah Kecamatan Jemaja bersama Kecamatan Jemaja Barat, Kelurahan Letung, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rewak, BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, Polsek Jemaja, serta masyarakat Desa Landak bahu-membahu memindahkan rumah panggung warga ke lokasi yang lebih aman.

Kepala Desa Landak, Amirullah, mengatakan abrasi dan gelombang tinggi di wilayah pesisir menjadi tantangan serius bagi masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan kepedulian dan kerja sama semua pihak.

“Rumah-rumah warga terdampak abrasi, sehingga penanganannya harus dilakukan secara gotong royong. Pemerintah desa juga memberikan bantuan untuk meringankan beban warga,” ujarnya.

Ketua RT 06 Desa Landak, Aprizanka, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam evakuasi tersebut.

Ia menjelaskan rumah salah satu warganya nyaris roboh akibat abrasi yang diperparah cuaca ekstrem pada bulan Desember.

“Pemilik rumah hanya tinggal berdua, suami dan istri. Kami berharap pemerintah daerah lebih peduli terhadap hal-hal kecil seperti ini, karena dampaknya bagi warga sangat besar,” jelasnya.

Sementara itu, Subanrio (63), pemilik rumah, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Kami sekeluarga tidak sanggup memindahkan rumah sendiri. Kadang tidur tidak tenang saat ombak menghantam rumah. Sekarang alhamdulillah sudah lebih aman dan lega,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan, rumah induk kini telah dipindahkan sehingga terpisah dari bagian dapur. Ke depan, dapur akan dibangun kembali menggunakan kayu bekas dan papan dari bangunan lama.

Plt Camat Jemaja, Edison, mengatakan wilayah pesisir Jemaja memang rawan bencana, terutama abrasi dan gelombang tinggi.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengambil pasir pantai secara berlebihan karena dapat memperparah pengikisan garis pantai.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan desa dapat mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi abrasi pantai.

Pasalnya, hampir setiap tahun garis pantai di Kabupaten Kepulauan Anambas terus terkikis, diperparah oleh penggunaan pasir pantai secara masif untuk pembangunan rumah dan proyek lainnya, khususnya di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal).

Abrasi tidak hanya mengancam rumah warga, tetapi juga keselamatan lingkungan pesisir dan masyarakat kepulauan. Upaya menjaga kelestarian alam menjadi sangat penting agar bencana serupa tidak terus berulang di masa mendatang.