“Misalnya, ayam beku yang biasanya dijual Rp40.000–Rp42.000/kg, di pasar murah ini hanya Rp37.000/kg. Untuk beras SPHP, kami bekerja sama dengan Bulog menjualnya Rp58.000 per 5 kg,” terang Masykur.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pasar murah akan terus dilakukan secara rutin setiap minggu di desa-desa yang ada di Anambas, dengan harapan menjadi agenda bulanan jika kondisi anggaran memungkinkan.
“Kami sudah koordinasi dengan para kepala desa, dan mereka menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan pasar murah ini di wilayah mereka,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Masykur mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi pasca kegiatan, sebagaimana arahan Bupati Anambas agar pasar murah bisa menjangkau seluruh desa di kabupaten tersebut.
“Harapannya kegiatan ini berjalan tertib dan lancar. Kami juga mengajak dinas-dinas lain yang terkait kebutuhan pangan untuk turut berpartisipasi di bulan-bulan berikutnya agar harga bahan pokok di Anambas tetap terkendali,” pungkasnya.

