Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut mengusung tema “Memperkuat Keteladanan Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Masyarakat yang Agamis, Berbudaya, dan Sejahtera.”
Aneng menilai tema tersebut relevan dengan upaya membangun masyarakat yang menjunjung tinggi moral, etika, toleransi, dan sikap saling menghormati.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berkomitmen menjaga kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang masyarakat harus menjadi kekuatan dalam memperkokoh persaudaraan dan kebersamaan.
“Perbedaan agama, suku, budaya dan latar belakang jangan menjadi alasan untuk saling menjauhkan diri, tetapi justru harus menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan dan kebersamaan,” katanya.
Aneng menyebut kerukunan dan kebersamaan sebagai modal sosial penting dalam pembangunan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Ia juga mengaitkan nilai persaudaraan dan kepedulian yang diajarkan Rasulullah SAW dengan karakter masyarakat Anambas yang menjunjung tinggi semangat gotong royong, kebersamaan, saling membantu, serta adat dan budaya Melayu.

