Lukman menyebut, dari hasil komunikasi terakhir, pihak kontraktor beralasan belum mendapatkan arahan dari atasan mereka.

Oleh karena itu, pemerintah desa mengambil langkah tegas dengan mengirimkan surat resmi yang juga ditembuskan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Camat Jemaja Timur.

“Kita juga sudah menyarankan agar kontraktor berkoordinasi dengan warga yang memiliki lahan yang bisa digunakan untuk gudang material,”

“Salah satunya dengan Pak Wito. Tapi sampai sekarang saya belum tahu apakah sudah ada komunikasi atau belum,” tambah Lukman.

Dari pertemuan yang digelar di lokasi, pemerintah desa memberikan waktu dua hari kepada pihak kontraktor untuk menemukan lokasi baru bagi gudang semen dan material proyek. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.

“Senin nanti harus sudah ada lokasi baru. Tidak ada lagi perundingan seperti hari ini, harus sudah jelas solusinya,” tegas Lukman.

Lukman berharap seluruh pihak dapat menjaga ketertiban dan kenyamanan di tengah masyarakat. Ia juga meminta pihak kontraktor kooperatif demi kelancaran proyek irigasi yang merupakan kebutuhan dasar warga Bukit Padi, mayoritas yang berprofesi sebagai petani.

Dalam peninjauan tersebut turut hadir Plt Camat Jemaja Timur Tetti Amalia beserta staf kecamatan, Kanit Reskrim Polsek Letung bersama anggota, warga terdampak, serta perwakilan kontraktor dan konsultan pengawas proyek.