HARIANMEMOKEPRI.COM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Anambas bersama Puskesmas Tarempa melakukan uji sampel jajanan berbuka puasa (takjil) di sejumlah titik penjualan di Tarempa, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah pengawasan keamanan pangan selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, guna memastikan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat aman dikonsumsi.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kepulauan Anambas, Fery Oktavia, mengatakan pemeriksaan difokuskan pada kandungan zat kimia berbahaya yang berpotensi membahayakan kesehatan.
“Kami melakukan pemeriksaan takjil di beberapa lokasi untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual bebas dari bahan berbahaya,” ujar Fery.
Sebanyak 36 sampel makanan dan minuman diambil dari para pedagang di sejumlah titik penjualan.
Sampel tersebut diuji menggunakan empat parameter bahan berbahaya, yakni formalin, boraks, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.
Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan zat berbahaya.
“Alhamdulillah, dari empat parameter yang diuji, hasilnya negatif. Artinya, takjil yang diperiksa aman dikonsumsi dan tidak ditemukan bahan berbahaya,” jelasnya.
Fery menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan takjil yang mengandung zat berbahaya di wilayah tersebut.
Pada tahun sebelumnya, pengawasan takjil turut melibatkan BPOM. Namun pada tahun ini, BPOM belum turun langsung ke lapangan, sehingga pengawasan lebih dulu dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Tarempa.
Ia menegaskan, pemeriksaan ini berfokus pada aspek keamanan pangan dari zat kimia berbahaya, bukan pada penilaian kelayakan secara keseluruhan.
“Tugas kami adalah memberikan edukasi dan pembinaan kepada pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam makanan dan minuman. Kami tidak memiliki kewenangan memberikan sanksi,” tegasnya.
Pengawasan takjil ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun selama Ramadan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Selain itu, seluruh puskesmas di wilayah Anambas juga didorong aktif melakukan pengawasan terhadap takjil yang dijual selama bulan suci Ramadan

