“Alhamdulillah, di Desa Bukit Padi belum terdapat anak yang mengalami stunting. Yang ada hanya beberapa anak yang masuk kategori berisiko atau mendekati stunting, salah satunya dipengaruhi faktor tinggi badan,” katanya.

Menurut Lukman, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, maupun pola asuh yang kurang tepat.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, hingga produktivitas anak di masa depan.

Dalam forum rembuk, peserta membahas 10 usulan program pencegahan stunting. Tiga usulan berasal dari Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Jemaja Timur, Novie Amna Reschi, sementara tujuh usulan lainnya disampaikan oleh peserta musyawarah.

Setelah melalui pembahasan, pemerintah desa menetapkan tiga program prioritas yang akan direalisasikan pada tahun anggaran 2027, yaitu pendampingan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) kepada ibu hamil dan ibu balita oleh kader Posyandu, pemberian bantuan suplemen berupa zat besi dan vitamin D, serta pelaksanaan Program ASI Booster bagi ibu hamil usia kehamilan sembilan bulan hingga bayi berusia 0–1 bulan.