Kondisi tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, hingga produktivitas anak di masa depan.
Dalam forum rembuk, peserta membahas 10 usulan program pencegahan stunting. Tiga usulan berasal dari Tenaga Pelaksana Gizi Puskesmas Jemaja Timur, Novie Amna Reschi, sementara tujuh usulan lainnya disampaikan oleh peserta musyawarah.
Setelah melalui pembahasan, pemerintah desa menetapkan tiga program prioritas yang akan direalisasikan pada tahun anggaran 2027, yaitu pendampingan pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) kepada ibu hamil dan ibu balita oleh kader Posyandu, pemberian bantuan suplemen berupa zat besi dan vitamin D, serta pelaksanaan Program ASI Booster bagi ibu hamil usia kehamilan sembilan bulan hingga bayi berusia 0–1 bulan.
Adapun tujuh usulan lainnya akan menjadi bahan pertimbangan untuk diupayakan pada program berikutnya.
Usulan tersebut meliputi penyuluhan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA), operasional dan insentif Posyandu Mentari dan Posyandu Melati, pengadaan obat desa, insentif operasional Kader Pembangunan Manusia (KPM), pengadaan timbangan bayi digital, timbangan berdiri digital, serta pelaksanaan kegiatan Family Gathering.
Rembuk Stunting ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung upaya pencegahan stunting dan mewujudkan generasi yang sehat serta berkualitas di Desa Bukit Padi.

