HARIANMEMOKEPRI.COM – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, bersama Ketua Dekranasda Anambas, Ny. Sinta Aneng, melakukan kunjungan ke sentra produksi Batik Mangrove Genting Pulur di Desa Genting Pulur, Kecamatan Jemaja Timur, Sabtu (22/11/2025).
Kehadiran keduanya disambut para pengrajin yang tengah memproduksi batik khas daerah tersebut.
Batik Mangrove Genting Pulur sebelumnya menarik perhatian publik usai tampil dalam ajang Dekrafest Kepri 2025 pada 15 November lalu.
Produk ini mendapat apresiasi karena memadukan kreativitas dan kekayaan alam Anambas.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Aneng dan Ketua Dekranasda meninjau seluruh proses produksi batik, mulai dari pewarnaan, pencantingan, hingga penjemuran.
Mereka juga berkesempatan mencoba membuat batik. Bupati Aneng menggunakan teknik stempel, sementara Ny. Sinta mencoba membatik menggunakan canting.
“Batik mangrove ini punya potensi besar. Saya ingin melihat langsung prosesnya dan mengetahui dukungan apa yang bisa diberikan agar pengrajin bisa berkembang lebih cepat,” kata Bupati.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga jati diri dan budaya Anambas melalui motif batik yang terus dikembangkan.
Bupati Aneng turut mengumumkan bahwa Harbour Energy segera membangun rumah produksi dan galeri batik untuk mendukung kelancaran dan perluasan pemasaran produk Batik Mangrove Genting Pulur.
“Dengan adanya fasilitas ini, produksi bisa meningkat dan pengrajin punya ruang untuk memamerkan karya mereka,” ujarnya.
Ketua Kelompok Batik Mangrove Genting Pulur, Bambang Asmara, menyampaikan bahwa seluruh batik dibuat menggunakan pewarna alami dari buah purbakul, kayu tinggi, hingga buah jelawit.
Motif yang dikembangkan merupakan representasi budaya Anambas, seperti perahu layar, pucuk rebung, ikan sekawan, hingga motif lokal seperti jongkong dan ikan napoleon.
Saat ini, kelompok pengrajin juga mulai memproduksi pakaian jadi berbahan batik.
Bambang menyampaikan apresiasi atas kunjungan pemerintah daerah dan berharap pendampingan terus diberikan untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran produk.
Kepala Desa Genting Pulur, Rahman, mengatakan pemerintah desa mendukung penuh upaya pengembangan batik lokal.
Meski anggaran belum tersedia pada 2025, namun telah direncanakan dalam APBDes 2026.
Selain itu, desa turut membantu promosi batik melalui website resmi desa untuk memperluas jangkauan pasar.

