Ia juga menekankan pentingnya menjaga jati diri dan budaya Anambas melalui motif batik yang terus dikembangkan.

Bupati Aneng turut mengumumkan bahwa Harbour Energy segera membangun rumah produksi dan galeri batik untuk mendukung kelancaran dan perluasan pemasaran produk Batik Mangrove Genting Pulur.

“Dengan adanya fasilitas ini, produksi bisa meningkat dan pengrajin punya ruang untuk memamerkan karya mereka,” ujarnya.

Ketua Kelompok Batik Mangrove Genting Pulur, Bambang Asmara, menyampaikan bahwa seluruh batik dibuat menggunakan pewarna alami dari buah purbakul, kayu tinggi, hingga buah jelawit.

Motif yang dikembangkan merupakan representasi budaya Anambas, seperti perahu layar, pucuk rebung, ikan sekawan, hingga motif lokal seperti jongkong dan ikan napoleon.

Saat ini, kelompok pengrajin juga mulai memproduksi pakaian jadi berbahan batik.

Bambang menyampaikan apresiasi atas kunjungan pemerintah daerah dan berharap pendampingan terus diberikan untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran produk.