Motif yang dikembangkan merupakan representasi budaya Anambas, seperti perahu layar, pucuk rebung, ikan sekawan, hingga motif lokal seperti jongkong dan ikan napoleon.

Saat ini, kelompok pengrajin juga mulai memproduksi pakaian jadi berbahan batik.

Bambang menyampaikan apresiasi atas kunjungan pemerintah daerah dan berharap pendampingan terus diberikan untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran produk.

Kepala Desa Genting Pulur, Rahman, mengatakan pemerintah desa mendukung penuh upaya pengembangan batik lokal.

Meski anggaran belum tersedia pada 2025, namun telah direncanakan dalam APBDes 2026.

Selain itu, desa turut membantu promosi batik melalui website resmi desa untuk memperluas jangkauan pasar.