HARIANMEMOKEPRI.COM – BMKG Stasiun Meteorologi Tarempa mengimbau masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang diprediksi terjadi pada 27–29 November 2025.
Kepala Stasiun Meteorologi Tarempa, Samuel Sutanto Sidauruk, menjelaskan bahwa peningkatan intensitas hujan dipicu oleh dinamika atmosfer berskala global, regional, hingga lokal.
“Faktor ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan pohon tumbang,” jelas Samuel, Selasa (25/11/2025).
Samuel menambahkan, adanya daerah perlambatan angin (konvergensi) akibat pengaruh Bibit Siklon Tropis 95B dan 92W meningkatkan pertumbuhan awan hujan serta kecepatan angin di wilayah Anambas.
Berdasarkan analisis BMKG, hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada 24–27 November 2025.
“Sementara itu, tinggi gelombang di perairan Anambas diperkirakan mencapai 2,5–4 meter, tergolong gelombang tinggi,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah curam, bergunung, atau dekat tebing untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap longsor dan banjir bandang, serta pengguna jalan agar berhati-hati terhadap kondisi licin dan angin kencang yang bisa merusak fasilitas umum.
Penulis : Wan Yudi
Editor : Indrapriyadi
Halaman : 1 2 Selanjutnya









