HARIANMEMOKEPRI.COM — Abrasi yang terjadi akibat banjir rob di Kabupaten Kepulauan Anambas kembali menimbulkan dampak serius.

Di wilayah Pasir Panjang, Desa Landak, Kecamatan Jemaja, kondisi jalan provinsi yang berada tepat di bibir pantai semakin memprihatinkan.

Badan jalan terus terkikis ombak hingga sebagian aspal kini hilang, berlubang, dan menggantung karena tanah penopangnya sudah tergerus habis. Kejadian ini terlihat jelas pada Senin (8/12/2025).

Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital penghubung masyarakat menuju Desa Rewak, Pantai Kusik, hingga ke wilayah Kecamatan Jemaja Barat.

Jika abrasi terus berlanjut tanpa penanganan darurat, akses transportasi masyarakat dikhawatirkan akan terputus total.

Kerusakan jalan ini sebelumnya sudah diberitakan berbagai media, bahkan sempat ditinjau langsung oleh Bupati Kepulauan Anambas.

Namun hingga kini, warga menyebut belum ada langkah perbaikan ataupun mitigasi teknis di lapangan.

“Sejak jalan ini mulai terkikis, belum ada gotong royong besar dari kecamatan atau penanganan. Yang pernah memperbaiki hanya pemerintah desa. Kami hanya menunggu, tapi sampai sekarang belum ada tindakan,” ujar salah seorang warga setempat.

Tidak hanya merusak infrastruktur jalan, abrasi juga mengancam rumah-rumah warga Pasir Panjang.

Rumah milik Subanrio (63) menjadi salah satu yang terdampak paling parah. Pondasi rumahnya kini menggantung karena pasir penopang sudah habis dihantam gelombang.

Dalam kondisi kesehatan yang tidak stabil, Subanrio mengaku hanya bisa pasrah menghadapi ancaman tersebut.

“Kalau gelombang besar datang, kami tidak bisa tidur sampai jam tiga atau empat pagi. Takut rumah runtuh,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya langkah penanganan dari pemerintah desa, kecamatan, maupun OPD terkait.

Tidak ada kegiatan penanganan darurat ataupun rapat terbuka bersama warga untuk membahas situasi genting ini.

Warga pun mulai mempertanyakan respons pemerintah, mengingat abrasi terus menggerus jalan dari hari ke hari.

Setidaknya, menurut masyarakat, ada beberapa langkah yang dapat segera dilakukan pemerintah:

Mengadakan rapat terbuka bersama warga untuk membahas kondisi darurat

Mengajukan laporan resmi dan permohonan penanganan ke pemerintah kabupaten dan provinsi

Melakukan gotong royong skala besar sebagai mitigasi sementara

Berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PUPR untuk tindakan teknis

Memasang tanda bahaya atau membuat jalur alternatif sementara

“Apakah pemerintah hanya diam melihat jalan ini hilang sedikit demi sedikit? Minimal ada gotong royong besar atau penanganan sementara sebelum jalan ini putus total,” lanjut seorang warga.

Dengan kondisi gelombang laut yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir, warga berharap tindakan pemerintah tidak hanya berhenti pada kunjungan dan pemberitaan.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata sebelum kerusakan semakin meluas dan akses utama benar-benar terputus.