Harian Memo Kepri | Nah lo — JAHAT betul pikiran Suhanda, 34, sopir truk dari Sumedang ini. Coba-coba mau poligami, tapi ditolak Winda, 34, selaku WIL-nya, langsung saja adegan mesum bersamanya disebar di medsos. Akhirnya dia nyesel sendiri. Sudah batal kawin lagi, malah terancam masuk penjara.
Sopir itu katanya singkatan dari kata: setiap ngaso mampir. Soalnya begitulah gaya hidup sebagian sopir, ketika kecapekan nyopir dan kemudian ngaso di warung makan, hiburannya suka cari perempuan iseng yang mau menemani di kamar. Akibatnya, tadinya mau ngaso, malah tenaganya jadi tambah terkuras untuk pelepasan syahwat.
Rupanya Suhanda sopir truk Jakarta-Sumedang juga seperti itu, dia suka mampir di warung makan dan sekalian “ngetap olie”. Tapi kali lain di warung yang sama dia ketemu perempuan baik-baik. Dari sikapnya yang santun, pintar menata kata bak seorang gubernur, ketahuanlah bahwa Ny. Winda ini memang bukan perempuan biasa dan biasanya.
Karenanya Suhanda tak sekedar ingin ngobrol, tapi ingin berhubungan lebih jauh, apa lagi Winda mengaku seorang janda. Ternyata si janda mengimbangi, sehingga keduanya sering jalan bareng.
Namanya sudah berhasil berkoalisi, maka Suhanda mengajak Winda untuk eksekusi, ternyata tidak menolak. Ya sudah, tendangan dua belas pas pun dilepaskan.
Sejak itu asal ketemu, meski belum ada 5.000 Km, Suhanda sudah mengajak Winda ngetap olie. Bahkan pernah pula adegan mesumnya sengaja divideo untuk kenang-kenangan. Dari sini pula Suhanda berniat menjadikan Winda sebagai istri sah.
Awalnya Winda bersedia, tapi asal ditanya kapan bisa tayang di KUA, Winda selalu minta waktu yang pas. Bahkan terakhir mengaku punya suami, tapi dalam proses cerai. “Resmi dapat surat talak dulu, baru kita go public bang,” kata Winda.
Suhanda yang merasa dikadali terus menerus, jadi kesal. Tanpa pikir panjang video mesum bersama Winda diposting di grup WA, keruan saja jadi menyebar ke mana-mana. Winda yang tak terinma segera lapor polisi dan sopir truk itu ditangkap dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
Pikir dulu kenikmatan, sesal kemudian tak berguna.
sumber | dok. | poskotanews.com

