Masyarakat di sekitar tebing granit Lembah Harau belakangan ini kerap terbangun pada tengah malam akibat munculnya getaran halus yang disertai suara gemuruh berfrekuensi rendah dari dalam bumi.

Fenomena akustik alami tersebut muncul secara berkala tanpa memicu kerusakan fisik pada struktur rumah warga setempat, namun sukses memantik rasa penasaran sekaligus ketakutan yang merayap perlahan di pemukiman.

Sebagian warga lokal meyakini bahwa fenomena unik ini merupakan bentuk komunikasi gaib dari leluhur penjaga lembah yang berusaha memberi peringatan akan perubahan alam sekitar.

Para peneliti geofisika yang datang membawa seperangkat alat pemantau sinyal seismik justru menemukan fakta membingungkan karena tidak ada aktivitas patahan aktif yang mampu menjelaskan asal getaran tersebut.

Struktur tebing batu kapur yang menjulang tinggi hingga ratusan meter disinyalir mampu memantulkan serta memperkuat gelombang suara bawah tanah secara alami hingga terdengar sangat dekat.

Pantulan suara yang bergema di antara dua dinding tebing raksasa ini menciptakan ilusi optik akustik yang membuat titik asal bunyi hampir mustahil untuk dilacak secara pasti.