HMK, ANAMBAS – Pelabuhan Sri Siantan mendadak semarak pada Rabu (18/2/2026) sore. Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu, berdiri di garda terdepan untuk menyambut sosok pemimpin baru Korps Adhyaksa, Sigit Sugiarto, yang resmi menginjakkan kaki di Bumi Beranda Utara NKRI.
Begitu turun dari Ferry Indomas sekitar pukul 17.30 WIB, Sigit langsung disambut dengan Prosesi Tepung Tawar. Ritual sakral yang dipimpin langsung oleh Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Anambas ini bukan sekadar seremonial, melainkan untaian doa keselamatan sekaligus simbol bahwa sang Kajari kini telah menjadi bagian dari keluarga besar Anambas.
Simbol Penghormatan dan Sinergi
Tak hanya tepung tawar, penyematan Sal Songket khas Anambas menjadi penanda rasa hormat masyarakat dan Pemerintah Daerah. Kehadiran Sigit Sugiarto yang sebelumnya bertugas di Kalimantan Timur ini diharapkan membawa energi baru dalam penegakan hukum di wilayah perbatasan.
Menanggapi sambutan hangat tersebut, Sigit Sugiarto menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Mengingat letak geografis Anambas yang strategis namun menantang, sinergi adalah kunci.
“Anambas adalah wilayah Indonesia yang terluar. Walaupun jauh, mudah-mudahan kita bisa saling bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membangun Indonesia, khususnya Kabupaten Anambas agar lebih maju lagi. Kami mendukung penegakan hukum,” tegas Sigit.
Sebagai langkah awal, ia berkomitmen untuk segera melakukan pemetaan terhadap berbagai perkara dan kondisi hukum di wilayah kerjanya yang baru.

