HARIANMEMOKEPRI.COM — Festival Kopi Merdeka 2026 resmi dimulai di Jalan Merdeka, Kota Tanjungpinang, Kamis malam (20/8/2026).
Hari pertama pelaksanaan Festival Kopi Merdeka langsung disambut antusias masyarakat memadati kawasan festival.
Sejak sore hingga malam hari, warga berdatangan untuk menikmati berbagai sajian kopi, kuliner, produk UMKM, hingga menyaksikan pertunjukan hiburan dan atraksi budaya.
Festival Kopi Merdeka merupakan agenda Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pariwisata masuk dalam Calendar of Event Kepri. Kegiatan ini telah lima kali digelar sejak pertama kali dilaksanakan pada 2019.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, Festival Kopi Merdeka tahun ini berada di bawah penyelenggaraan Pemerintah Provinsi Kepri. Event tersebut berlangsung selama lima hari, mulai 20 hingga 24 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan mengatakan sebanyak sekitar 220 stan bazar turut ambil bagian dalam festival tahun ini.
Jumlah peserta tersebut, kata dia, sengaja dibatasi untuk menjaga penataan kawasan sekaligus memberikan kenyamanan kepada masyarakat datang.
“Peserta stan bazar sudah menembus angka 220 stan bazar, dan peserta yang mengikuti event Kopi Merdeka kita batasi. Kita batasi agar event tertata rapi,” ujar Hasan.
Selain penataan stan, pihak penyelenggara juga melakukan pembenahan terhadap area parkir.
Hal itu dilakukan agar arus kendaraan dan mobilitas pengunjung selama festival dapat berjalan lebih baik.
“Alhamdulillah, parkir lebih bagus, baik kenyamanan pengendara maupun pengunjung sudah lebih baik, apalagi di sini kan wilayah kawasan publik,” katanya.
Festival Kopi Merdeka tidak hanya menawarkan hiburan dan wisata kuliner, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka.
Berbagai produk lokal dipamerkan di sejumlah stan yang tersebar di kawasan festival.
Pemerintah berharap aktivitas tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Hasan mengatakan festival juga diharapkan mampu menarik wisatawan dari luar Tanjungpinang maupun Pulau Bintan.
“Dari besok kemungkinan wisatawan sudah mulai berkunjung ke tempat event ini,” ujar Hasan.
Untuk mendukung transaksi yang lebih praktis, pelaku UMKM juga didorong menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS.
“Berbelanja apa pun sudah memakai QRIS. Mudah-mudahan terbantu masyarakat Kota Tanjungpinang ini,” tutur Hasan.
Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung tidak hanya disuguhi berbagai pilihan kopi dan kuliner.
Festival Kopi Merdeka juga menghadirkan karnaval budaya serta beragam pertunjukan hiburan.
Sejumlah penyanyi dan bintang tamu seperti Virgoun, Fauzana dan Aprilia dijadwalkan tampil untuk menghibur masyarakat.
Puncak kemeriahan Festival Kopi Merdeka akan berlangsung melalui agenda “Malam Puncak Riuh” pada 23 Agustus 2026.
Gubernur Kepulauan Riau juga direncanakan hadir dalam kegiatan tersebut.
Festival Kopi Merdeka selanjutnya akan ditutup pada 24 Agustus 2026.
Di tengah ramainya aktivitas masyarakat, Dinas Pariwisata Kepri mengimbau seluruh pengunjung menjaga kebersihan kawasan festival.
Tempat sampah telah disediakan di sejumlah titik dan masyarakat diminta membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Hasan juga mengapresiasi dukungan aparat keamanan dalam menjaga kelancaran kegiatan. Ia menyebut situasi selama hari pertama festival berlangsung aman dan tertib.
“Kita berterima kasih kepada Polresta Tanjungpinang, Polda Kepri yang telah memberikan izin dalam kegiatan keramaian ini. Masyarakat Tanjungpinang sangat tertib,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan seperti Festival Kopi Merdeka dapat terus digelar di Tanjungpinang.
Selain memberikan hiburan bagi masyarakat, event tersebut dinilai mampu menghidupkan kawasan pusat kota sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal.
Dinas Pariwisata Kepri juga telah menyiapkan sejumlah agenda pariwisata lainnya hingga akhir 2026.
Beberapa kegiatan di antaranya dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan November, termasuk Moon Kek dan Malay food Festival.

