HARIANMEMOKEPRI.COM — Kota Tanjungpinang merupakan salah satu Kota di Provinsi Kepulauan Riau yang sudah terkenal dengan wisata sejarah dan budaya.
Jika berkunjung ke Kota Tanjungpinang, anda bisa menemukan ragam destinasi yang bisa dikunjungi, salah satunya adalah Lorong Bintan, di Jalan Bintan Kota Lama Tanjungpinang.
Baca Juga: Sephia Parfum Buka Lowongan Kerja, Buruan Daftar
Lorong Bintan tersebut memiliki sejarah masa lalu yang sudah dikenal sejak berdirinya Kerajaan Riau Lingga.
Lorong Bintan ini dapat menjadi destinasi wisata pilihan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Tanjungpinang.
Baca Juga: Metiska Farma Buka Lowongan Kerja Terbuka Untuk Fresh Graduate, Buruan Ambil Kesempatannya
Destinasi ini dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bertuah dan Cermin Indah yang tergabung dalam Studio dan Cafe Anggrek.
Melly Hadi, salah satu pengelola Pokdarwis mengatakan pihaknya menawarkan paket wisata edukasi, kuliner khas Cina, hingga 26 spot foto di Lorong Bintan.
Baca Juga: Pulau Penyengat Destinasi Wisata Edukasi Sejarah dan Budaya Melayu
“Untuk wisata edukasi, kami memberikan pengetahuan bagaimana mencintai lingkungan dan cara menanam anggrek dengan menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari limbah seperti kayu, pohon, dan lainnya”
“Salah satunya juga membuat media tanaman itu, pot nya dari bahan-bahan limbah yang kita anyam dan dibentuk lebih menarik agar menjadi barang yang memiliki nilai jual cukup lumayan,” tuturnya.
Baca Juga: Kopak Seafood Buka Lowongan Kerja di Batam, Segera Daftarkan Dirimu Sekarang
Di Lorong Bintan sendiri, lanjut Melly, pihaknya telah bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk membuat semacam relief. Ada 26 lukisan mural yang kini dapat ditemukan pengunjung pada dinding rumah masyarakat di Lorong Bintan.
Ketika menyambangi Lorong Bintan, pengunjung dapat melihat mural keren yang terpampang di tembok rumah warga. Mural ini menggambarkan tentang kehidupan sosial masyarakat Tionghoa tempo dulu sampai sekarang.
Baca Juga: Batam Homeware Craft Buka Lowongan Kerja, Cek Persyaratannya Disini
“Pengunjung bisa berpose seolah-olah berada pada masa lalu dengan memakai baju tradisional Tionghoa seperti cheongsam dan hanfu, yang kita sewakan”
“Cukup membayar Rp25 ribu, kita bisa berfoto dan bergaya dengan nuansa kehidupan masyarakat China tempo dulu,” ungkap Melly, di Jalan Merdeka, Senin (20/2023).
Selain itu, ada Studio dan Cafe Anggrek, tempat ini pihaknya menawarkan berbagai kuliner khas Tionghoa seperti dimsum, gyoza, dan ada juga makanan lokal yang kita kreasikan yaitu nasi goreng gonggong.
Kemudian, ada tradisi minum teh. Tea Cina dirinya menyediakan dalam satu teapot dan dapat dinikmati bersama. Tradisi ini cocok untuk suasana kebersamaan bersama keluarga maupun teman.
Baca Juga: Green Rose Buka Lowongan Kerja di Batam, Buruan Daftar Sekarang
“Menu yang disajikan ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan, yang menurut saya belum ada,” pungkasnya.
Studio dan Cafe Anggrek buka setiap hari, mulai pukul 10:00 WIB hingga 22:00 WIB, berlokasi di Jalan Merdeka Kota lama. Di sini juga menyediakan tempat untuk rapat, podcast, dan juga green screen yang bisa digunakan untuk manuangkan ide-ide kreatif masyarakat maupun mahasiswa.
Baca Juga: Berikut ini Cara Ampuh Membersihkan Paru-paru perokok Menurut dr Jeffri Aloys Gunawan
“Kami juga ada toko belanja oleh-oleh makanan khas Tanjungpinang, yang bisa dibawa pulang wisatawan ke daerahnya,” tambah Melly.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri melalui Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Pariwisata, Salman mengatakan sektor pariwisata adalah salah satu andalan yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan masyarkat.
Baca Juga: Avallon Coffee Buka Lowongan Kerja di Batam, Yang Memiliki Hobi Masak Buruan Ambil Kesempatannya
Hanya saja, dalam mengembangkan sektor Pariwisata Kota Tanjungpinang, Pemko Tanjungpinang tidak akan mampu bergerak sendiri tanpa melibatkan peran serta masyarakat, swasta, dan juga pemangku kepentingan.
Masyarakat adalah unsur penting pemangku kepentingan untuk bersama-sama dengan Pemko Tanjungpinang bersinergi melaksanakan dan mendukung Pariwisata berkelanjutan di Kota Tanjungpinang.
Baca Juga: Media Clash 2.O KUY Media Group VS AHHA, Siapa yang Bakal Menang ? Cek Faktanya
Untuk itu, dibutuhkan masyarakat yang sadar wisata. Sebab, potensi pariwisata yang dikelola masyarakat sebagai pelaku, mereka juga selaku penerima manfaat itu sendiri.
“Dukungan masyarakat turut menentukan keberhasilan jangka panjang pengembangan kepariwisataan di Kota Tanjungpinang. Salah satunya adalah kelompok sadar wisata (Pokdarwis),” kata Salman.
Baca Juga: Emdee Skin Clinic Buka Lowongan Kerja di Batam, Cek Persyaratannya Disini
Ia menyebut, saat ini, Disbudpar telah membina 18 kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang tersebar di setiap Kelurahan.
Keberadaan Pokdarwis ini, menurutnya adalah salah satu langkah efektif untuk pengembangan kepariwisataan di Kota Tanjungpinang.
Baca Juga: Pondok Etam Buka Lowongan Kerja, Cek Persyaratan Lengkapnya Disini
Pokdarwis dapat membuat perencanaan program pengembangan destinasi wisata bersama unsur masyarakat setempat, yang diselaraskan dengan program Pemko Tanjungpinang. Kemudian melaksanakan kegiatan itu, dengan melihat sisi manfaatnya, yang ditujukan untuk kepentingan dan kesejahteraan warga setempat.
“Disbudpar terus melakukan pembinaan dan mendukung peran Pokdarwis dalam pengembangan destinasi wisata di wilayahnya. Dan tak kalah penting juga keterlibatan dari sektor lainnya seperti UMKM,” pungkasnya.***

