HARIANMEMOKEPRI.COM — Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Linau bersama Pemerintah Desa memberikan pelatihan tepuk tepung tawar, Sabtu (28/12/2024).

Pelatihan tepuk tepung tawar yang dilakukan PKK Desa Linau bersama Pemerintah Desa ini untuk meningkatkan pemahaman bagi masyarakat sekaligus melestarikan adat budaya Melayu.

Selama kegiatan pelatihan tepuk tepung tawar berlangsung, masyarakat tidak hanya dibekali materi, tetapi ikut belajar mempraktekkan secara langsung kepada contoh mempelai pengantin yang juga merupakan peserta pelatihan.

Ketua PKK Desa Linau, Mailana menyebutkan kegiatan pelatihan tersebut bertujuan salah satunya, sebagai bentuk upaya pelestarian adat budaya Melayu

Sehingga kata Mailana, senantiasa tak lekang oleh waktu meski harus berhadapan dengan berbagai macam bentuk adat modern khususnya di Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara.

“Apalagi yang kita ketahui bersama di sini, masyarakat termasuk saya sendiri belum sepenuhnya memahami adab atau tata cara melakukan tepuk tepung tawar sebagaimana mestinya, jadi kami bersama pemerintah Desa Linau berinisiatif bersinergi menggelar kegiatan pelatihan tepuk tepung tawar,” terang Mailana.

Dengan mengajak warga masyarakat untuk memahami tentang tepuk tepung tawar, Istri Kepala Desa Linau ini berharap kedepannya banyak generasi penerus ikut mempraktekkan baik dalam Acara pernikahan maupun acara besar lainnya.

“Seperti yang sama-sama kita ketahui, tepuk tepung tawar ini tidak hanya ada dalam resepsi pernikahan, juga biasanya ada di acara-acara besar lain seperti khataman Qur’an, khitanan, aqiqah dan lain-lain, seperti kata pepatah Melayu, kalau belum buat tepuk tepung tawar, acara berasa belum sah,” ucapnya.

Sementara itu, dalam pelatihan tepuk tepung tawar diisi salah seorang tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga Syamsudin sebagai narasumber untuk memberikan materi kepada para peserta.

“Iya, disini kita mengundang langsung dari tokoh Lembaga Adat Melayu Kabupaten, Pak Syamsudin,” jelasnya.