Ia menyoroti potensi lokal seperti kulit ikan pari, cangkang gonggong, dan kepala udang yang bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi, baik dalam bentuk kerajinan maupun bahan makanan seperti petis.

Pemerintah, lanjut Lis, kini mulai menjajaki kerja sama dengan BUMN melalui program CSR untuk mendukung pembiayaan pengembangan lima hingga sepuluh produk unggulan yang berpotensi menembus pasar luar daerah.

“Dengan kepengurusan baru nanti, GOW saya harapkan bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat ekonomi perempuan,” tegasnya.

Musda kali ini juga menjadi momentum 18 tahun perjalanan GOW di Tanjungpinang. Dengan usia yang matang, Lis berharap organisasi ini mampu bergerak lebih efektif dan inovatif dalam menjawab kebutuhan zaman.

Sementara itu, Ketua Penasehat GOW Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, berharap Musda VI dapat melahirkan pengurus baru yang visioner dan mampu membawa perubahan nyata.

“Semoga Musda kali ini melahirkan pengurus yang membawa Tanjungpinang lebih gemilang,” ujarnya.