Lis menekankan potensi laut dan wisata bahari Tanjungpinang yang besar dan siap dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir.
Ia berharap KNMP dapat menjadi langkah awal membangun kampung nelayan yang modern, mandiri, dan sejahtera.
Berdasarkan data Dinas Perikanan, Pangan, dan Pertanian Tanjungpinang, jumlah nelayan tangkap mencapai 1.624 rumah tangga dengan produksi 3.610 ton per tahun.
Produksi budidaya air laut dan air tawar mencapai 186 ton per tahun, sementara sektor pengolahan hasil perikanan melibatkan 245 pelaku usaha dengan produksi 306 ton per tahun, mencakup ikan segar, olahan beku, pindang, kerupuk, dan kuliner khas pesisir.
Pengembangan KNMP juga selaras dengan program Koperasi Merah Putih Presiden Prabowo Subianto, yang bertujuan memperkuat ekonomi nelayan agar mereka bisa mengelola produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil laut secara mandiri dan berkelanjutan.

