HARIANMEMOKEPRI.COM – Tim Penggerak PKK (TP PKK) Tanjungpinang melakukan kunjungan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet, Senin (8/6/2026).
Kunjungan TP PKK Tanjungpinang tersebut bertujuan melihat secara langsung pengelolaan sampah selama ini dilakukan di TPA Ganet sekaligus mendorong pengembangan kawasan tersebut sebagai pusat edukasi lingkungan dan wisata pembelajaran.
TPA Ganet yang memiliki luas sekitar 14 hektare diketahui menjadi lokasi pengelolaan sampah Kota Tanjungpinang.
Selain berfungsi sebagai tempat pemrosesan akhir sampah, kawasan ini juga telah mengembangkan berbagai program pengolahan sampah, seperti daur ulang plastik menjadi paving blok, pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak, produksi kompos, hingga pemanfaatan gas metana.
Ketua TP PKK Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran pengelola TPA Ganet untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah yang berlangsung di lokasi.
“Kita sudah melihat bagaimana proses sampah yang dikelola untuk Kota Tanjungpinang. Sampai saat ini sampah yang sudah dikelola bisa dijadikan edukasi wisata seperti pembuatan kompos, paving blok, hingga proses pengolahan menjadi minyak,” ujar Weni.
Menurutnya, berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah diterapkan di TPA Ganet berpotensi menjadi contoh sekaligus daya tarik edukatif bagi masyarakat dari dalam maupun luar Provinsi Kepulauan Riau.
Ia berharap Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui program Bima Sakti dapat menjadikan TPA Ganet sebagai destinasi edukasi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
“Kami berharap ini menjadi tolak ukur Pemerintah Kota Tanjungpinang ke depan, bahwa TPA ini dapat menjadi edukasi wisata baik bagi masyarakat dari luar maupun dari dalam Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.
Selain sebagai sarana wisata edukasi, Weni juga menilai TPA Ganet dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran bagi pelajar, khususnya tingkat SMA, untuk mengenal proses pengelolaan sampah dan manfaat produk hasil daur ulang.
“Kalau saja di sini bisa dijadikan edukasi wisata, kenapa tidak menjadi edukasi pembelajaran bagi siswa-siswi tingkat SMA tentang cara pembuatan kompos, paving blok, dan manfaat lainnya dari pengelolaan sampah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Weni berharap kawasan TPA Ganet juga dapat dikembangkan sebagai area penghijauan dengan penanaman berbagai jenis pohon yang mampu menyerap air dan mendukung kelestarian lingkungan.
“Harapan saya, tempat ini tidak hanya menjadi lokasi edukasi wisata, tetapi juga kawasan penanaman pohon pada titik-titik zona hamparan tanah sehingga dapat menjadi pelindung lingkungan dan menjaga keberlangsungan bumi yang kita tempati,” pungkasnya

