“Tanjungpinang telah lama menjadi rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya. Momentum Imlek ini hendaknya semakin mempererat silaturahmi, semangat gotong royong, serta rasa saling menghormati,” tuturnya.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menekankan pentingnya persatuan dalam menjaga kemajuan daerah. Ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepri pada 2025 mencapai 6,94 persen, tertinggi di Sumatera dan ketiga secara nasional.

“Ini menjadi kebanggaan bersama karena menunjukkan Kepri sebagai provinsi dengan kinerja ekonomi dan sosial yang sangat baik,” katanya.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri tercatat berada di angka 90,53 poin dan masuk kategori sangat tinggi, menempati peringkat ketiga nasional setelah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.

Ansar juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa yang aktif di sektor ekonomi dan turut mendorong investasi serta pertumbuhan pendapatan daerah.

“Melalui perayaan Imlek ini mari kita bangun semangat bersama menyongsong masa depan Kepri dan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.