Pemko Tanjungpinang menyediakan lahan sebagai bentuk dukungan nyata, mengingat pengadaan lahan seringkali menjadi kendala investasi bagi pihak ketiga.
“Biasanya pihak ketiga cukup berat untuk berinvestasi jika harus menanggung pengadaan lahan. Karena itu lahannya kami siapkan,”
“Sebaran dan jangkauan lokasi juga sudah kami petakan. Pembangunan fisik sekaligus pembiayaannya kami buka untuk pihak ketiga, bekerja sama dengan pihak BGN,” jelasnya.
Meskipun belum ada alokasi khusus untuk MBG dalam struktur APBD, Pemko tetap menyiapkan dukungan anggaran awal melalui Belanja Tak Terduga (BTT), sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Permendagri.
Program MBG merupakan salah satu agenda nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan, yang ditargetkan berjalan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

